Mengenal Istilah Pace dalam Dunia Lari

Mengenal Istilah Pace dalam Dunia Lari

Senin, 09 Februari 2026 06:00

Dalam dunia lari, istilah pace (laju) hampir selalu muncul ketika pelari membicarakan latihan, progres, atau target lomba. Pace adalah cara paling umum untuk menyatakan kecepatan lari, yaitu waktu yang dibutuhkan untuk menempuh satu kilometer, biasanya ditulis dalam format menit per kilometer. Semakin kecil angka pace, semakin cepat larinya. Karena lebih mudah dirasakan dibanding kilometer per jam, pace akhirnya menjadi “bahasa sehari-hari” para pelari.

Bagi pelari pemula, memahami pace bukan soal mengejar angka tertentu, melainkan belajar mengenali ritme tubuh sendiri. Pace membantu pelari berlari dengan lebih sadar, tidak sekadar mengandalkan semangat sesaat, dan memahami bahwa lari yang baik adalah lari yang bisa dipertahankan.

Tidak Terlalu Cepat di Awal

Salah satu kesalahan paling umum saat mulai lari adalah berlari terlalu cepat di kilometer pertama. Tubuh masih segar, napas masih lega, dan semangat masih penuh, sehingga tanpa sadar pace menjadi jauh lebih cepat dari kemampuan sebenarnya. Akibatnya, di tengah atau akhir lari tenaga cepat habis dan pengalaman lari terasa berat. Dengan memahami pace, pelari belajar untuk menahan diri di awal dan membangun ritme yang stabil sejak kilometer pertama.

Membantu Mengatur Jenis Latihan

Setiap sesi lari sebenarnya punya tujuan yang berbeda, dan pace berperan besar dalam membedakannya. Ada hari di mana lari seharusnya terasa ringan dan santai, ada juga latihan tertentu yang memang menantang kecepatan. Tanpa kesadaran akan pace, banyak pelari terjebak berlari di kecepatan yang sama setiap hari. Hasilnya, tubuh terasa capek terus tanpa benar-benar mendapat manfaat maksimal dari latihan.

Pace Bukan Angka Sakti

Banyak pelari, terutama pemula, sering bertanya berapa pace yang “bagus”. Padahal pace bukan ukuran mutlak kemampuan seseorang. Pace sangat dipengaruhi oleh banyak hal, mulai dari kondisi fisik, pengalaman, rute lari, hingga cuaca. Pace yang terasa nyaman hari ini bisa terasa berat di hari lain. Karena itu, pace sebaiknya dipandang sebagai alat bantu, bukan patokan harga diri.

Pace Easy Run Itu Seharusnya Nyaman

Dalam latihan lari, sebagian besar sesi justru dilakukan dengan pace yang terasa ringan. Easy run adalah contoh paling jelas. Pada pace ini, napas masih terkontrol, tubuh terasa santai, dan lari bisa dinikmati tanpa rasa tertekan. Jika easy run terasa berat, sering kali masalahnya bukan pada jarak, melainkan pada pace yang terlalu cepat. Memahami hal ini membantu pelari menjaga konsistensi tanpa memaksa tubuh.

Alat untuk Melihat Perkembangan

Pace juga bisa menjadi cara sederhana untuk melihat progres lari dari waktu ke waktu. Ketika jarak yang sama terasa lebih ringan di pace yang lebih cepat, itu tanda kebugaran meningkat. Namun, perkembangan ini sebaiknya dilihat dalam jangka panjang, bukan dari satu atau dua kali lari. Fokus utamanya tetap pada proses, bukan sekadar memperbaiki angka.

***

Pace bukan sesuatu yang harus ditakuti atau dikejar mati-matian. Ia hanyalah alat untuk membantu pelari mengenali ritme, menjaga tenaga, dan berlari dengan lebih bijak. Ketika pace dipahami dengan benar, lari tidak lagi terasa sebagai beban, melainkan aktivitas yang bisa dinikmati dan dipertahankan dalam jangka panjang.

Masuk
Beranda Kirim Jadwal Arsip Pesan LibuRun